Kembali di Jerman jadi berasa banyak hal-hal kecil yang gratis di Budapest tapi di Jerman bayar, misalnya WC umum.
Sewaktu saya ke Köln untuk mencari apartment, sempat kaget waktu di stasiun kudu bayar 1 EUR ( Rp 11.000). Mana saya dan Amara berdua tukang beser…apalagi saat itu pas winter sedang dingin-dinginnya. Boros bener jadinya.
Terus terang saya belum pernah ke WC umum di stasiun sewaktu di Budapest, jadi tidak bisa bilang gratis atau tidaknya. Hanya misalnya di mall atau di fastfood restaurant biasanya gratis, kecuali di daerah wisata biasanya boleh ke WC gratis bila punya bon bukti beli sesuatu di situ.
Di Jerman di mall atau toko tidak kena tarif, tapi di sebelah pintu ada mangkuk untuk memberi tip. Otomatis ada rasa sungkan kalau tidak memberi lagipula juga kasihan juga si mbak atau mas bersih-bersih tapi tidak dapat tip. Tetapi ternyata ada berita bahwa uang tip tersebut bukan untuk yg bebersih tetapi masuk kantong pengelola. Bayangkan saja berapa tuh pemasukannya sehari. Padahal gaji tukang bersih benar-benar gaji minimal. Katakan saja tiap orang memberi 50 Cent, sehari bisa ratusan orang yang memakai WC tersebut. Uang tanpa pajak tuh. Sejak ada berita itu saya jarang memberi tip, biasanya kalau sampai memberi hanya saking tidak enak dipelototin sama si ibu yg duduk di sebelah piring.
Menurut saya tidak layak mereka menagih kita untuk membayar penggunaan WC di toko/restaurant/mall, seharusnya itu termasuk service konsumer agar konsumer merasa nyaman jalan-jalan cuci mata kemudian belanja. Ya kan? Beda dengan tempat milik umum seperti misalnya park atau stasiun kereta, kalo bukan pengguna WC yang bayar nanti ujung-ujungnya pakai uang pajak, ya uang kita juga jadinya. Mendingan uang pajak untuk benerin sekolah daripada WC umum.
Bagaimana dengan WC umum di tempatmu?
8 Responses to WC Umum
Devi Sutarsi
May 26th, 2010 at 2:59 AM
Emang plg enak di Indonesia soal WC gratis. Di Malaysia jg ada bbrp mal yg wc-nya kudu bayar. Btw, wc bhs Jermannya apa?
Ayu Rini Bagus-Weinandy
May 26th, 2010 at 2:59 AM
WC yg gratis bersih gak Dev? Bahasa Jermannya sama sih WC, Toilette.
Devi Sutarsi
May 26th, 2010 at 2:59 AM
Sorry kepencet, rata2 kan pake jasa cleaning service outsource. Dari mal ampe gereja
WC bersih, harum n gratis.
Devi Sutarsi
May 26th, 2010 at 2:59 AM
Yg di mal si rata2 bersih ya…, hampir semua mal kayaknya pake jasa
mindy
May 26th, 2010 at 4:23 AM
ga pernah ke WC umum, biarpun yg di pusat perbelanjaan seringnya jg kotor. klo ga kepaksa banget, mending tahan. untung gw bisa nahan buang air kecil. emang paling enak WC di pusat perbelanjaan Jakarta, kinclong. oiya, ga ada mangkuk u/ tip.
Flo Indrie
May 26th, 2010 at 7:54 AM
Ada wc di SF yg idenya sih bisa bersihin diri sendiri alias refresh itself. Systemnya masukkin coin, pintu wc-nya kebuka, trus tiap brp jam gitu semprot2 sendiri (pintu luar lock by itself). Karena ruangannya lumayan gedhe…alhasil suka ada homeless tidur didalem, specially kalo ujan..hahaha…
oglek
May 26th, 2010 at 2:10 PM
kalau di indonesia mungkin model tip gitu bisa disamain dengan model kotak amal. Misalnya WC di SPBU, biasanya gratis tapi ada kotak amal di depannya
Arham Blogpreneur
May 28th, 2010 at 11:29 AM
Persis seperti @oglek bilang, disini ngak jauh beda hanya bukan mangkok tapi kotak ‘amal’ . Saya sendri belum pernah ke jerman tapi kalau dari kabar yang tersiar, service disana terutama soal experience dan kenyamanan memang bagus bukan? beda disini, di Indonesia umumnya mengecewakan